Bos Kargo Beri Kartu Kredit ke Anak Buah Buat Bayar Karaoke Pejabat Bea Cukai

Jaksa KPK menghadirkan asisten pribadi pemilik PT Blueray Cargo John Field bernama Yohanes Setiawan sebagai saksi sidang kasus suap pejabat Ditjen Bea Cukai Kemenkeu. Dalam kesaksiannya, Yohanes mengaku dibekali kartu kredit oleh John untuk membayar karaoke pejabat Ditjen Bea Cukai.
"Penyiapan itu memang atas perintahnya Koh John juga sepengetahuan Saksi?" tanya jaksa dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa .
"Itu bukan penyiapan uang, Pak. Jadi misalkan ada pertemuan, yang saya alami langsung, contoh di Grand Mercure. Itu kan karaoke dengan Pak Orlando yang di Spectra Grand Mercure. Kan saya pakai kartu kredit untuk bayar. Nah, itu rekapannya dicatat oleh finance, oleh Koh Indra," jawab saksi.
"Maksud saya, jadi Saksi kan pegang CC, kartu kredit?" tanya jaksa.
"Saya, Koh Andri, Koh Dedy masing-masing dipegangi CC," jawab saksi.
"Dibekali CC?" tanya jaksa.
"Dibekali," jawab saksi.
Jaksa lantas menanyakan ke siapa saja fasilitas karaoke itu diberikan. Yohanes mengatakan hanya memfasilitasi Orlando Hamonangan, yang merupakan terdakwa dalam kasus ini sekaligus Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
"Jadi khusus untuk konteks saksi, Saksi menyiapkan entertainment dengan bekal kartu kredit tadi untuk siapa saja? Selain Orlando?" tanya jaksa.
"Kalau saya untuk Pak Orlando doang, Pak, yang saya pernah pergi langsung," jawab saksi.
Ketiga terdakwa dalam sidang ini ialah:
1. Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai2. Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai3. Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
Tiga pejabat Bea Cukai itu telah didakwa menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 78,8 miliar. Jumlah itu terdiri dari uang suap Rp 61,7 miliar dan fasilitas hiburan senilai Rp 1,8 miliar.
Rizal, Sisprian, Orlando bersama Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga disebut menerima gratifikasi dari sejumlah pengusaha importir dan pengusaha rokok. Gratifikasi itu senilai Rp 7,5 miliar, SGD 314.755 atau setara Rp 4.375.975.814 , USD 182.800 atau setara Rp 3.282.905.200 , HKD 4.700 atau setara Rp 10.762.389 , serta MYR 8.100 atau setara Rp 35.750.322 . Jika ditotal, penerimaan gratifikasi tersebut seluruhnya sejumlah Rp 15.222.893.725 .
Simak juga Video 'Bea Cukai di Sidoarjo Digeledah dan Dijaga Ketat Aparat Bersenjata':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Dicap Sekolah "Kampung Sosial", SD di Kudus Terus Kekurangan Murid Baru
SD 5 Hadipolo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, harus menghadapi stigma negatif sebagai sekolah "kamp2026-07-29
Jaringan Judi Online Terungkap di Purwakarta Libatkan WNA, Omzet Capai Rp 96 Miliar
Direktorat Reserse Siber Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil membongkar jaringan judi daring (onli2026-07-29
Reza Arap Akui Turun Berat Badan 10 Kg, Kini Rutin Olahraga Lari
YouTuber dan artis peran Reza Arap mengakui berat badannya turun hingga 10 kilogram.Reza Arap yang a2026-07-29




Komentar Terbaru