Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong solusi kolektif untuk mengatasi dampak keterbatasan anggaran Perpustakaan Nasional . Menurutnya, hal itu harus mendapatkan perhatian serius sebagai bagian upaya untuk meningkatkan literasi nasional.
"Sejumlah langkah nyata harus segera dilakukan agar gerakan literasi nasional tidak terhenti. Menghidupkan gotong royong dan kreativitas di semua lini bisa menjadi solusi bagi keberlanjutan gerakan literasi," kata MPR RI Lestari Moerdijat, Senin .
Pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR, Kamis , Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menyebut dengan pagu anggaran 2026 senilai Rp 377, 9 miliar, program pembagian buku gratis ke desa dan taman baca yang selama ini berjalan sukses terpaksa dihentikan total. Sebelumnya, pada 2025 Perpusnas mendapatkan alokasi anggaran Rp 721,6 miliar.
Menurut Lestari, program peningkatan literasi masyarakat harus konsisten dilakukan dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus diperkuat dengan aksi nyata," jelasnya.
Apalagi, dia menjelaskan berdasarkan data terbaru Perpusnas menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat nasional per Maret 2026 masih berada di angka 40,6 atau dalam kategori rendah.
Sejumlah langkah konkret harus segera dilakukan seperti antara lain, peningkatan peran daerah dalam ikut mendorong budaya baca dan literasi, serta penguatan kolaborasi multi-pihak yang melibatkan dunia usaha, pegiat literasi, dan komunitas.
"Salah satu problem utama literasi bukan semata ketiadaan minat baca, tetapi masih rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Butuh kreativitas bersama untuk menjangkau hingga pelosok, misalnya dengan memaksimalkan peran Taman Bacaan Masyarakat yang tersebar di daerah," jelasnya .
Selain itu, harus didorong kebijakan fiskal yang ramah buku antara lain dengan menghapus Pajak Pertambahan Nilai buku dan pajak kertas sebagai bahan baku buku.
"Literasi adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika generasi penerus tak mampu menelaah informasi dengan baik karena rendahnya kemampuan literasi, hal itu berpotensi menggerus kedaulatan bangsa di masa datang," tutupnya.
Artikel Terkait

Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
Dikerjakan siang dan malamEddy mengatakan seluruh titik revitalisasi akan dikerjakan secara bersamaa2026-07-29
Haul Pangeran Diponegoro, Wamensos Ajak Warga Teladani Semangat Pahlawan
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak seluruh masyarakat Indonesia meneladani semangat ju2026-07-29
BNPP Pertahankan Opini WTP BPK, Realisasi Anggaran Tembus 99,38 Persen
Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI menyampaikan Laporan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanj2026-07-29
Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
Nama Wellah Hatta, stage manager asal Indonesia, mencuri perhatian usai diketahui turut terlibat dal2026-07-29
DPRD Jember Dukung Program Home Care, Dorong Pengaturan Shift Nakes agar Layanan Optimal
"Program Home Care memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni memperluas jangkauan layanan medis hingg2026-07-29


Komentar Terbaru