Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melintas di perlintasan kereta api. Sepeda motor tersebut kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat menuju timur. Korban meninggal berinisial HRA , warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Dua korban lainnya, yakni ZIA dan Rujito , mengalami luka pada bagian kepala dan menjalani perawatan medis.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin .
Menurutnya, peristiwa tersebut sangat mengetuk hati, terlebih terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru. Dia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal, serta kesembuhan bagi dua korban yang masih dirawat.
"Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan," ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, pada kesempatan itu Luthfi menyerahkan bantuan dan memastikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait perawatan dua korban.
"Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan," tegasnya.
Berdasarkan keterangan Kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel kereta. Akibatnya, kendaraan bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.
Tabrakan tersebut membuat ketiga korban dan sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat evakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Luthfi meminta peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat diminta tidak menerobos ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirine perlintasan berbunyi.
"Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti," katanya.
Dia mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh pengendara. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
"Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," tutupnya.
Lihat juga Video 'Kronologi Mobil Ditumpangi Pelajar Tertabrak KA di Lampung Utara':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Momen Menkeu Purbaya dan Gubernur DIY Sultan HB X Keliling Alkid Jajal Becak Listrik
Pemandangan unik tampak di Alun-alun Kidul (Alkid) Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026) sore.Pasalnya,2026-07-29
Kabid Pasar Jadi Tersangka Pungli MCK Rp 80 Juta, Pemkot Bekasi Tak Beri Bantuan Hukum
"Pelanggaran itu dilakukan terhadap dirinya sendiri dan bertentangan dengan sumpah jabatan. Jadi, ka2026-07-29
Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
Karwita mengatakan, perluasan lahan tebu seluas 325 hektare di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, merupak2026-07-29
PAM JAYA Gelar Gathering Pekerja, Perkuat Sinergi dan Harmonisasi Internal
"Kami berkomitmen menjaga hubungan industrial yang harmonis dan terus membangun kolaborasi dengan se2026-07-29
Prabowo Ungkap Indonesia Setop Impor Solar Mulai Juli 2026
Menurut Prabowo Indonesia menjadi negara pertama yang berhasil membuat B50.“Sebelumnya kita be2026-07-29


Komentar Terbaru