Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Bantu Anak Buruh Lanjutkan Pendidikan

Seorang buruh harian, Sarbini mengaku bersyukur anaknya Nabil mampu melanjutkan sekolahnya ke jenjang selanjutnya. Hal itu tidak terlepas dari kehadiran Program Sekolah Gratis SMA, SMK dan SKh swasta yang digagas oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
Sarbini mengatakan sebelum ada program tersebut, dirinya kerap 'dihantui' biaya sekolah ketika tahun ajaran baru tiba. Sebagai buruh harian lepas asal Kampung Sindang Mandi, Desa Panyerapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, penghasilannya tidak pernah pasti.
"Yang penting anak bisa sekolah," kata Sarbini dalam keterangan tertulis, Rabu .
Kadang dirinya bekerja sebagai kuli bangunan, kadang mendapat panggilan memperbaiki instalasi listrik warga. Namun, tak jarang harus menganggur berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kini, kecemasan itu perlahan menghilang setelah putranya, Nabil Ilham Maulana diterima di SMK Nurul Huda Baros melalui Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten pada tahun ajaran 2026-2027.
Bagi Sarbini, program tersebut bukan sekadar menghapus kewajiban membayar SPP. Program itu menjadi harapan bagi keluarganya untuk memastikan pendidikan anak-anaknya. Sejak diberlakukannya program ini, puluhan ribu siswa dapat melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas. Bahkan, tahun ajaran 2025-2026 lalu Program Sekolah Gratis menjangkau 801 sekolah swasta dengan total 60.705 siswa terverifikasi mengikuti program sekolah gratis ini.
"Sebelum ada Program Sekolah Gratis, saya merasa berat. Saya punya tiga anak. Yang pertama masuk SMK, yang kedua SMP, dan yang ketiga SD. Adanya program ini, masya Allah Pak, saya lega dan sangat terbantu. Sekarang tinggal mikirin kebutuhan alat tulis saja," ujar Sarbini.
Dia mengaku selama ini biaya pendidikan menjadi beban yang paling sering dipikirkannya. Sebab sebagai buruh harian lepas, dia tidak memiliki penghasilan tetap.
"Pekerjaan saya tidak setiap hari ada. Kadang kerja seminggu, setelah itu bisa menganggur sampai tiga bulan. Jadi uang yang tadinya buat bayar SPP sekarang bisa ditabung untuk kebutuhan pendidikan anak ke depan," katanya.
Kondisi ekonomi itu membuat Sarbini sempat diliputi kekhawatiran ketika Nabil memutuskan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Di satu sisi, dirinya ingin mendukung cita-cita putranya. Namun di sisi lain, dirinya belum mengetahui bagaimana cara membayar biaya sekolah.
"Ya, kepikiran. Saya sempat khawatir bagaimana nanti bayarnya. Soalnya pekerjaan saya serabutan, kadang jadi tukang, kadang ngelas. Apa saja yang penting halal," ungkapnya.
Meski demikian, Sarbini tidak pernah mematahkan keinginan anaknya. Nabil sudah sejak lama bercita-cita bersekolah di SMK Nurul Huda Baros. Bahkan keputusan itu diambil jauh sebelum adanya Program Sekolah Gratis.
"Dia memang dari awal ingin sekolah di sini. Saya tidak memaksakan. Saya mendukung pilihan anak," katanya.
Kini Nabil tercatat sebagai siswa kelas X Jurusan Teknik Listrik di SMK Nurul Huda Baros. Sarbini berharap pendidikan menjadi jalan bagi putranya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada yang dirasakan.
Karena itu, dia selalu mengingatkan Nabil agar bersungguh-sungguh belajar dan menjauhi pergaulan yang dapat merusak masa depan.
"Saya selalu bilang, cari uang itu susah. Sekolah yang benar, jangan ikut tawuran atau pergaulan yang tidak baik. Saya pernah merasakan masa muda yang salah, dan saya tidak ingin anak saya mengulanginya," ungkapnya.
Sarbini pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah atas Program Sekolah Gratis yang nilainya telah meringankan beban masyarakat kecil.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Andra Soni dan Pak Dimyati. Kalau tidak ada program ini, saya pasti masih was was karena pekerjaan saya buruh harian lepas, kadang ada kerjaan, kadang lebih banyak menganggur," ujarnya.
Dia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak keluarga dengan kondisi ekonomi serupa yang dapat merasakan manfaatnya. Bahkan, ia bermimpi suatu saat bantuan pendidikan juga menjangkau jenjang perguruan tinggi.
"Kalau bisa program ini diteruskan. Syukur-syukur sampai perguruan tinggi juga ada bantuan. Saya ingin anak saya sekolah setinggi mungkin, lebih baik daripada orang tuanya," tutupnya.
Simak juga Video 'Hal yang Perlu Kamu Tahu Tentang Program Sekolah Rakyat!':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
Sejumlah warga yang mengatasnamakan Masyarakat Gowa mengadukan 19 anggota Pansus Hak Angket DPRD Gow2026-09-12
Pelaku Penusukan Acak Beraksi di 5 Lokasi di Tangerang
Polisi menangkap pria berinisial KM yang melakukan aksi penusukan secara acak di wilayah Kota Tanger2026-09-12
Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati
Pertandingan final Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Karena2026-09-12
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
"Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai2026-09-12
Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons kemunculan dugaan aliran sesat yang belakangan ini meresahka2026-09-12
Jaga Inflasi Terkendali, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan & Distribusi
Menteri Dalam Negeri , Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah memperkuat pasokan dan kel2026-09-12

Komentar Terbaru