Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen

Kejaksaan Agung akan membentuk tim penyidik khusus dalam mengusut perkara yang menjerat mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, untuk menjamin independensi dan profesionalisme dalam proses penyidikan. Tim khusus ini akan mendalami seluruh berkas perkara dan barang bukti yang baru diterima dari pihak kepolisian.
"Yang jelas makanya kita kan baru menerima, nanti kita pelajari. Nanti penyidik di Kejaksaan Agung, kita akan membentuk penyidik khusus," ucap Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan di Gedung Utama Kejagung, Jakarta Selatan, Senin .
"Khusus nih, karena kan nggak bisa dengan penyidik, kita akan membentuk tim khusus penyidiknya, kita akan pelajari, kita akan lihat seperti apa duduk perkaranya seperti apa berdasarkan daripada berita acara pemeriksaan yang sudah ada, juga berdasarkan barang-barang bukti yang ada, dikaitkan dengan dugaan terhadap tindak pidana yang disangkakan. Nah, ini kita pelajari seperti apa," sambung Anang.
Anang menekankan bahwa Kejagung akan bekerja secara transparan dengan melibatkan pengawasan dari pihak luar, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi dan DPR RI. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai dengan prosedur.
"Kami belum bisa memberikan jawaban bagaimana bentuknya seperti apa. Yang jelas dalam hal ini kita tetap berkoordinasi baik dengan penyidik dari Polri yang menangani sebelumnya, dan juga untuk menjamin independensi dan juga profesional, kami pastikan kita akan profesional," tegas Anang.
"Kita akan melibatkan juga nanti koordinasi supervisinya dari KPK. Dan juga kan kemarin juga dari teman-teman Komisi III Anggota Dewan akan ikut mengawasi juga pelaksanaan dari proses penyidikan perkara ini," jelasnya.
Meski demikian, Anang menegaskan bahwa pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses penyidikan berlangsung.
"Yang jelas kami akan terbuka, tetapi kami juga tetap memegang prinsip kehati-hatian dan menjunjung asas praduga tidak bersalah. Bukan di perkara ini saja, setiap mungkin rekan-rekan kalau kami menyampaikan menangani suatu perkara, prinsip kehati-hatian dan menjunjung asas praduga tak bersalah tetap kami kedepankan selama belum ada putusan yang tetap dan inkrah," tuturnya.
Ditanya mengenai komposisi personel di dalam tim penyidik khusus tersebut, Anang menyebutkan Plt Jampidsus Rudi Margono akan memilih orang-orang yang tidak memiliki benturan kepentingan dengan Febrie Adriansyah.
"Ya intinya kita nanti Pak Plt Jampidsus akan membentuk tim penyidik di Kejaksaan, orang-orang yang ditentukan ya. Nanti khususnya itu orang-orang tertentu yang yang meminimalisir tidak ada conflict of interest dengan yang bersangkutan tentunya," terang Anang.
Pemilihan personel ini, lanjut Anang sangat krusial agar tim penyidik tidak menghadapi hambatan internal dalam membongkar kasus tersebut, mengingat Febrie sebelumnya merupakan pimpinan Bidang Pidana Khusus Kejagung.
"Iya, nanti itu dipertimbangkan oleh kita, timnya mana yang ibaratnya secara ini tidak resisten ya. Seperti itu," tuturnya.
Kemudian, saat ditanya mengenai kemungkinan adanya langkah perlawanan hukum dari pihak Febrie melalui jalur praperadilan, Anang memastikan kesiapan Korps Adhyaksa menghadapi itu.
"Ya, kita siap menghadapi semua," ujarnya.
Simak Video 'Kejagung: Febrie Adriansyah Masih di Indonesia, Dipantau Penyidik':
[Gambas:Video 20detik]
Artikel Terkait

Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta seluruh pemerintah daerah untuk2026-09-12
Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan
Seorang wanita berinisial Y bersama anaknya FS tewas tertemper Kereta Api Pandalungan di Kabupate2026-09-12
Pabrik Sandal Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Hitam Membubung Tinggi
Pabrik sandal di Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, terbakar hebat. Lima mobil pemadam2026-09-12
Kasus JPO Tendean Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Kendaraan ODOL
Minta Pengawasan DiperketatAchmad Yani meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Direkt2026-09-12
Spesialis Maling Motor Bersenpi Ditangkap Polisi, Sudah Beraksi 20 Kali di Jaksel
Satuan reserse kriminal dari Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Pesanggrahan, menangkap spe2026-09-12
7 Rumah Rusak Buntut Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan
Ledakan di kawasan perumahan elite Grand Polonia Medan, Sumatera Utara , mengakibatkan sejumlah ruma2026-09-12

Komentar Terbaru