Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup

Massa dari Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) mulai berdatangan ke titik aksi di dekat Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026).
Pengamatan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 14.55 WIB, massa datang menggunakan sepeda motor ke titik aksi.
Tak ada atribut khusus yang dikenakan para peserta aksi.
Barikade polisi yang telah ditempatkan di titik aksi, menutup akses massa menuju Patung Kuda.
Meski demikian, akses Jalan Medan Merdeka di arah sebaliknya masih dapat dilewati kendaraan.
Perwakilan Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR), Muhammad Annur mengungkapkan, pihaknya merasa dicegat oleh pihak kepolisian karena mereka sebenarnya ingin melakukan aksi di kawasan Patung Kuda.
Kini mereka tertahan di depan BSI Tower.
"Kami sangat menuntut dengan keras bahwasanya kami ingin menyampaikan aspirasi di Patung Kuda, seperti itu. Karena apa tujuannya? Menarik atensi masyarakat, gitu," kata dia saat ditemui di lokasi, Jumat.
Saat ini ia masih menunggu massa aksi lainnya yang masih dalam perjalanan sekaligus mencoba terus bergerak ke Patung Kuda.
"Kami menunggu (massa aksi lain) dan kami akan menuntut lebih keras lagi bahwasanya kami harus berorasi di Patung Kuda," jelas dia.
Berdasarkan poster seruan aksi yang disebarkan melalui akun Instagram resmi @aliansiunjmelawan, unjuk rasa ini bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo Gibran".
"Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih - Prabowo Gibran patut dipertanyakan," tulis keterangan resmi unggahan akun tersebut.
Perwakilan Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR), Muhammad Annur, membenarkan bahwa massa akan menggelar aksi mulai pukul 13.00 WIB di dekat monumen Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
"Iya benar aksi akan digelar pukul 13.00, kawan-kawan akan berangkat dari UNJ, aliansi mahasiswa berbagai kampus dan koalisi masyarakat sipil," ujar Annur saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat.
Namun, Annur masih belum bisa memastikan berapa jumlah massa aksi yang turut serta dalam unjuk rasa kali ini.
Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat membawa tiga tuntutan utama, yaitu:
1. Kembalikan Kedaulatan Masyarakat Sipil,
2. Bongkar Total Sistem Negara,
3. Selamatkan Pendidikan Indonesia.
Artikel Terkait

Momen Pelaku Penusukan Acak di Tangerang Ampun-ampunan saat Dibekuk Polisi
Unit Reskrim Polsek Jatiuwung bergerak cepat merespons kejadian viral pria yang melakukan penusukan2026-09-12
Mentan Apresiasi Kinerja Ahmad Luthfi, Jateng Bakal Dapat 7 Ribu Pompa Air
Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih b2026-09-12
4 Hal Diketahui soal Anjing Husky Dibacok di Bekasi
Seekor anjing jenis Husky di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengalami kekerasan dari orang tid2026-09-12
Faiq Pedagang Kambing di Kota Batu Santai Ramai Disebut Mirip Yesus
Seorang pedagang kambing di Kota Batu, Jawa Timur , Faiq Muhammad Alkatiri, mendadak menjadi pusat p2026-09-12
Motor Mahasiswa dengan Ciri Ini Jadi Incaran Curanmor di Tangsel
Target Komplotan MalingBambang mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap dua terduga pel2026-09-12


Komentar Terbaru